Explore Zona Dewasa

Cerita 7 Hari Ngentot 100 Cewek Lendir 5

Tradingan.comTanpa melepas dildo dari kemaluannya, Anneke mengubah posisinya. Seperti posisi kemarin, dia merangkak dan menungging dengan pantatnya menghadap ke pintu. Dilanjutkannya mengeluarmasukkan dildo ke vaginanya. Pantatnya kini maju mundur dengan cepat mirip seperti anjing kawin. Tangannya mengocok dildo itu dengan cepat ke lubang surganya. Aku tidak tahan lagi mendengar Anneke merintih seperti itu. Kudengar dia sangat menderita. Tangannya yang mengocok dengan kencang belum juga membuatnya mencapai kepuasan. Dia kembali bergeser dan telentang ke lantai. Pantatnya diangkat hingga lututnya terlipat ke arah tubuhnya. Aku kembali melihat lubang pantatnya hingga membuat air liurku mengalir keluar. Vaginanya kini terbuka ke atas menantikan kembali tusukan dildonya. Kemudian sesudah menempatkan kepala dildo itu tepat pada bibir kemaluannya, tangannya menekan hingga sebagian dildo itu amblas menghunjam vaginanya. Kemudian Anneke memompanya kembali. Nampak bahwa dia begitu merasakan setiap tusukan dildo tersebut.


Pada setiap tusukan dan tarikan selalu disertai dengan desah nikmatnya sampai dengan akhirnya dia mempercepat frekuensinya. Dan tak ayal lagi, kini Anneke nampak mulai menapaki titik orgasmenya. Dia percepat tusukan dan tarikan dildonya. Tanpa sadar tanganku ikut memeras buah dadaku. Aku juga mengerang tertahan, sambil menggigit bibir karena menahan nikmat nafsu yang datang melanda. Akhirnya kulihat Anneke menggelepar di lantai kamar mandi. Semua bagian tubuhnya menggelinjang liar tak karuan menyertai vaginanya yang memuncratkan cairan birahi. Aku menahan nafasku. Aku beranjak ke depan untuk duduk di ruang tamu menyandarkan tubuhku di sofa karena dengan melihat ulah Anneke yang sedemikian liar dan kehausan, aku jadi ikut lelah.

Hari ke-5

Hari ini Anneke pergi ke kantornya untuk mengambil Surat Keputusan Direksi (SKD) mengenai penerimaannya sebagai karyawan serta penetapan tanggal masuk kantornya di sebuah perusahaan PMA yang bergerak dalam bidang minyak dan gas bumi. Pagi dini hari Anneke sudah buru-buru mandi. Rencananya dia akan menumpang mobil Mas Adit ke kantor barunya itu. Tetapi saat dia menelepon koleganya, dia diberitahu bahwa dia dan teman-temannya baru akan diterima direksi pada pukul 2 siang nanti. Jadi dia memutuskan akan berangkat sekitar pukul 12 agar tidak terlalu lama menunggu di kantor hingga rencananya menumpang Mas Adit pun dibatalkan. Setelah menemani Mas Adit makan pagi hingga berangkat ke kantor, Anneke sibuk dengan urusan persiapan kantor barunya sementara aku pergi mandi.

Terus terang hatiku senang saat Anneke tidak jadi berangkat pagi. Dan kemudian berharap dia akan mengintipku saat aku mandi pada pagi ini. Aku sudah mempersiapkan kejutan baru untuknya. Tetapi sebaliknya ternyata justru aku yang tertimpa kejutan. Begitu aku masuk ke kamar mandi, aku mendapatkan apa yang diam-diam selama ini telah kudambakan selama 3 hari terakhir ini. Aku mendapatkan celana dalam dan BH Anneke yang tertinggal dan tergantung di dekat pintu. Hal ini terjadi mungkin karena mandi pagi Anneke yang terburu-buru tadi. Wajahku tersirap. Aku menggigil karena birahi yang langsung menamparku. Aku terpana. Segala skenarioku tidak kuperlukan lagi. Di kamar mandi ini aku menemukan opsi lain yang jauh lebih menggetarkan.

Mendekati celana dalam Anneke, aku langsung limbung. Membayangkan bahwa hidungku akan menikmati aromanya. Dengan memandang BH kotor Anneke, mataku jadi nanar. Aku akan memuaskan birahi dengan menjilati dan menciumi aroma keringatnya. Berat rasanya menahan diri untuk tidak menyentuh sebelum saatnya. Tetapi kudekatkan juga wajahku, kuamati celana dalam juga BH-nya yang tidak baru itu. Nampak warna pekat kekuningan pada celah sempitnya. Kudekatkan hidungku untuk mengendusnya. Kulirik kaki Anneke yang ternyata sudah bersiap mengintipku lagi dari balik pintu. Kini saatnya “live show” dimulai. Pemain dan penonton tunggal sudah siap berada di tempatnya masing-masing. Birahi “exhibitionist”-ku telah mengantarkanku ke arena pertunjukan.

Intronya adalah aku akan buang air dulu sebelum mandi. Ini tak bisa kuhindari karena sebelumnya memang dengan sengaja aku menahannya sejak bangun pagi tadi untuk maksud ini. Aku yakin Anneke akan menyaksikan adegan ini dengan resah dan gelisah. Sayangnya, tak ada cara untuk mendekatkan hidungnya agar dapat menangkap aroma beban pagiku ini. Untuk mengisi waktu selama aku buang air, aku bergaya seolah sedang membersihkan kotoran dari tubuhku. Aku menggosok dan mengelus leherku, kemudian turun ke buah dadaku. Kukeluarkan payudaraku dari BH dan kupilin putingnya, kemudian kugosok dan kuelus ketiakku. Di sela-sela itu, wajahku terkadang menyeringai sambil menggigit bibir, entah menggambarkan apa, yang penting aku berusaha menunjukkan ekspresi erotis agar dapat dinikmati dan dapat merangsang birahi Anneke. Wajib baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita 7 Hari Ngentot 100 Cewek Lendir 5"

Posting Komentar